Kucing kecil berwajah marah yang dijuluki “grumpy” ditemukan menggelandang di jalanan dalam kondisi berpenyakit kulit scabies. Ia kemudian segera dibawa ke penampungan San Jose Animal Care Center, dan langsung dipisahkan dari kucing lain karena scabies dapat menular, bahkan pada manusia. Ia ditangani oleh Dr. Sharon Ostermann

Courtesy: Dr. Sharon Ostermann at Tails of a Shelter Vet

Scabies menimbulkan rasa gatal luar biasa dan biasanya kucing menggaruk hingga kulitnya berdarah demi menghilangkan rasa gatal tersebut. Tanpa diobati kucing akan merasakan gatal terus menerus yang sangat menyiksa, sampai jaringan kulit mereka rusak. Penyakit tersebut disebabkan oleh tungau scabies yang menggali dan melubangi kulit, lalu bertelur. Serangan tak akan berhenti ke seluruh saluran kulit tanpa diobati.

Courtesy: Dr. Sharon Ostermann at Tails of a Shelter Vet

Keadaan kucing “grumpy” kecil sedikit menguntungkan karena scabies belum menyeluruh ke tubuhnya, masih berada di bagian kulit tertentu. Sehingga “grumpy” mampu menjalani pengobatan tanpa rasa sakit yang terlampau lama. Pengobatan scabies memang harus mencapai bawah kulit guna membasmi telur-telur yang “tertanam” di sana. Kucing sering kali berteriak kesakitan saat pengobatan karena kulit mereka harus “dilukai” kembali untuk diobati.

Courtesy: Dr. Sharon Ostermann at Tails of a Shelter Vet

Meski “Grumpy” berwajah “grumpy” alias pemarah, tetapi setelah satu bulan pengobatan raut wajahnya tak “se-grumpy” seperti saat ia ditemukan. Kini “Grumpy” lebih sering bermain, dan cukup “ramah”. Dibalik wajah pemarahnya, “grumpy” adalah kucing yang hangat. Sehingga saat sembuh nanti, ia pasti tak akan sulit menemukan keluarga yang berkenan mengadopsinya 🙂

Courtesy: Dr. Sharon Ostermann at Tails of a Shelter Vet