Perilaku kucing atau anjing menekan atau menempelkan kepala ke dinding memang terlihat lucu, seperti sedang main petak umpet dengan temannya. Padahal perilaku tersebut harus dicermati dengan seksama, karena bisa saja muncul akibat hewan ‘menyembunyikan’ penyakitnya.

Situasi tersebut biasa disebut “head pressing”. Tak selalu harus ke dinding, bisa ke lantai atau benda lain. Bila kucing atau anjing kerap menekan kepala mereka dalam waktu lama, tanpa alasan yang jelas, maka mereka sebenarnya menunjukkan kondisi medis yang berbahaya. Mengapa kepala? Karena biasanya mengarah pada kasus kerusakan sistem saraf atau kondisi neurologis yang berpusat di kepala, tapi dapat juga penyakit serius lainnya yang memerlukan diagnosa dokter secara cermat.

Kemungkinan pemicu perilaku tersebut adalah,
• Kemungkinan pemicu perilaku tersebut adalah,
• Penyakit prosencephalon (otak depan dan bagian thalamus otak rusak)
• Tumor (misalnya otak atau tengkorak)
• Penyakit liver
• Keracunan zat tertentu, misalnya timbal
• Gangguan metabolisme, seperti hiper atau hiponatremia (terlalu banyak, atau terlalu sedikit natrium dalam plasma darah tubuh)
• Ensefalitis (radang otak dan sumsum tulang belakang, bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit, jamur dan penyakit menular).
• infeksi sistem saraf (rabies, parasit, infeksi bakteri, virus atau jamur)
• Trauma kepala

Namun tidak semua sikap kucing atau anjing menekan kepala seperti itu berakibat buruk. Ada hal-hal lain yang harus diperhatikan dilakukan juga oleh mereka, yang merupakan penguat diagnosa awal pemilik, sebelum membawa mereka ke dokter.

Perilaku “head pressing” berbahaya biasanya disertai dengan perilaku lainnya,
• Perilaku “head pressing” berbahaya biasanya disertai dengan perilaku lainnya,
• Mondar-mandir secara konstan
• Berjalan memutar atau seperti membuat lingkaran
• Menggosokkan wajah ke bidang dimana mereka menempelkan kepala
• Terlihat seperti terjebak di sudut
• Sering menatap dinding dengan pandangan pasif
• Refleks rusak
• Penglihatan bermasalah
• Kejang

Dengan memerhatikan perilaku hewan peliharaan secara seksama, maka pemilik bisa menghindari gejala lain neurologis yang terkait pada anjing atau kucing. Pemilik berperan besar akan kelangsungan hidup hewan peliharaannya, sekaligus berpotensi menyelamatkan nyawa mereka.