Seringnya kucing pemalu dianggap wajar sebagai sikap dasar kucing, sampai ada istilah ‘malu-malu kucing’ segala. Padahal menurut seorang ahli kucing Franny Syufy yang telah menggeluti dunia kucing selama 17 tahun, sikap tersebut bukanlah sikap kucing yang bahagia. Demikian pula dengan kucing penakut. Kucing yang sehat dan bahagia adalah kucing yang ramah, mampu berdekatan dan bersosialisasi dengan baik, namun tetap mengerti untuk menjaga diri mereka dari bahaya.
Pada dasarnya sikap malu pada kucing timbul akibat kucing tidak mendapatkan latihan yang baik. Bisa terjadi karena ia terpisah dari induknya sejak kecil, karena seekor induk akan mengajarkan sosialisasi pada anaknya hingga mereka berumur 12 minggu. Namun bila induknya juga pemalu, maka anak kucing cenderung menyontoh sikap induknya. Dan bila kucing dipelihara, maka tugas tersebut menjadi tanggung jawab pemeliharanya, dengan cara melatih kucing untuk percaya diri tanpa batasan usia kucing.
Selain itu, kucing menjadi pemalu dapat terjadi karena perubahan lingkungan. Seperti biasa hidup di jalanan, lalu tinggal di dalam rumah. Atau dari penampungan kemudian diadopsi. Dan tetap menjadi kewajiban pemelihara untuk melatih mereka bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungannya yang baru.

Sedangkan rasa takut dalam diri kucing jauh lebih kompleks penyebabnya, karena paling sering yang mereka alami adalah takut terhadap manusia. Hal itu biasanya terjadi akibat hubungan mereka dengan manusia tidaklah baik, bisa karena kekerasan yang dialami atau tindakan yang tidak tepat saat mengajari mereka.
Rasa takut juga bisa diakibatkan oleh kucing lain yang agresif, suara keras yang bising sehingga mereka merasa terancam, dan juga bisa terjadi karena hal yang insidental misalnya saja kecelakaan saat mereka bermain bahkan trauma atas kejadian besar seperti banjir atau lainnya. Namun semua itu bisa disikapi oleh pemilik kucing dengan melatih kucing untuk menemukan rasa percaya diri mereka lagi. Perlu kesabaran tak berbatas dalam mengajari kucing, dimana sang pemilik pun secara tidak langsung memberi pelajaran bagi diri sendiri untuk melatih rasa sabar dan konsistensi dalam melakukan sesuatu.