Terdengar menakutkan, karena baik HIV pada manusia maupun FIV pada kucing belum ada obatnya. Sebagaimana umumnya sifat virus, FIV pun menular pada sesama kucing. Biasanya akibat luka gigitan, atau induk kucing hamil akan menurunkan virus tersebut pada anakya. Virus FIV atau “feline immunodeficiency virus” menyerang kekebalan tubuh atau sistem imun yang menyebabkan daya tahan kucing menurun dan dibutuhkan pengawasan ekstra agar kesehatannya terjaga.

Namun virus tersebut sebenarnya tidak memengaruhi perilaku kucing, seperti yang terjadi pada dua kucing di penampungan Best Friends Pet Adoption Center Los Angeles, California. Mereka adalah Sweet Cheeks yang berbulu orange dan Wampum dengan bulu abu-abu. Meski mereka dipisahkan dari kucing lain agar terlindung, kegembiraan mereka tak berkurang. Mereka bermain bersama seperti kucing sehat pada umumnya. Bahkan mereka mampu mencuri hati Davis dan Ni yang kemudian mengadopsi keduanya.

Image source Best Friends

Menurut Davis dan Ni, tidaklah terlampau sukar menjaga kucing pengidap FIV karena ternyata mereka sendiri mampu menjaga diri. Baik Sweet Cheeks maupun Wampum tak saling melukai kala bermain, mereka pun cukup berhati-hati. Jadi tak ada yang perlu ditakutkan untuk memelihara kucing seperti mereka, justru seharusnya mereka mendapat prioritas diadopsi karena tak bisa hidup di luar rumah. Kesempatan hidup mereka pun lebih besar jika berada dalam rumah dan terpelihara.

Image source Ni and Davis

Adapun pencegahan terhadap FIV bisa dilakukan dengan kastrasi kucing jantan agar menurunkan agresivitas sehingga tak melukai kucing lain, menjaga kebersihan dan lingkungan kucing, melakukan vaksin secara lengkap dan teratur, serta  pemberian asupan makanan yang baik.