Para dokter menyangsikan Pippin mampu bertahan hidup dengan kondisi yang dialaminya sejak lahir, yakni radial hypoplasia. Suatu kasus cukup langka yang terjadi pada kucing, dimana tulang-tulang kaki depannya memutar sehingga kaki tidak berfungsi. Dengan demikian Pippin hanya bisa berjalan menggunakan kaki belakangnya, yang tentu menyulitkan.

Selain kondisi tulang, sebenarnya Pippin adalah kucing yang sehat. Maka dokter pun memberi kesempatan pada Pippin untuk menentukan hidupnya sendiri. Sejak itu dokter melakukan observasi terhadap Pippin dan membantu untuk belajar menyesuaikan diri dengan kondisi tubuhnya. Pippin kecil tak mampu berjalan, ia hanya menggerakkan tubuh menggunakan kedua kaki belakangnya. Namun semakin ia tumbuh, Pippin mulai belajar untuk berdiri!

Ternyata radial hypoplasia tidak membuat seekor kucing mengalah pada keadaannya. Terbukti Pippin mampu hidup, berdiri, berjalan, bahkan berlari! Termasuk memiliki rumah dan keluarga yang sangat mencintai Pippin. Kucing jantan berbulu panjang itu melakukan terapi fisik dengan menggunakan bantuan keranjang untuk belajar berdiri, hingga ia mampu berdiri tanpa bantuan apapun. Pippin malah terlihat sangat lucu dan menggemaskan dengan pose berdiri menggunakan dua kaki seperti manusia.

Orang tua Pippin juga mengisahkan kucing itu sangat mandiri dalam kesehariaannya. Ia periang dan penuh kegembiraan. Pippin juga sangat percaya diri. Tak jarang Pippin diajak berjalan-jalan dan mengendarai mobil, dimana Pippin akan berdiri di kursinya mengamati pemandangan yang dilalui.

Pippin bahkan bisa menaiki tangga di rumah dengan lincah. Ia berlari dan menerkam mainan, seperti kucing pada umumnya. Satu lagi, Pippin senang pula berpose untuk difoto. Ia kadang mengenakan dasi begitu menawan, atau bertingkah konyol menggelikan. Semuanya diabadikan dalam akun pribadi Pippin di instagram. Keadaan tubuh Pippin yang tak sempurna, tak pernah menyurutkan semangat Pippin untuk meraih bahagia.