Tak jarang anjing menjilat atau mengunyah kakinya sendiri, karena mereka membersihkan kotoran yang ada di kakinya. Tapi bila mereka sudah berlebihan melakukannya, atau sudah menjadi perilaku, sebaiknya pemilik anjing membawa ke dokter karena dipastikan anjing mengalami ganguan kesehatan. Bila didiamkan, tak hanya penyakit mereka tak terdeteksi namun juga bagian kaki anjing memungkinkan menjadi luka, terinfeksi, membengkak atau terdapat noda merah berkeraka akibat kontak kronis dengan pigmen porfirin dari air liur.

Menurut Dr. Patty Khuly, lulusan University of Pennsylvania yang kini membuka praktek dokter hewan di Miami, selain kotoran yang ada di kaki yang ingin mereka mereka bersihkan (self grooming), kemungkinan lain adalah mereka memiliki luka di bagian kaki. Bisa saja bantalan kaki terkelupas, cakar retak, luka di sela kaki akibat gigitan kutu atau rerumputan tajam. Tapi yang mesti diwaspadai anjing dapat terlibat dalam perilaku menjilat dan mengunyah kaki dengan penyebab yang lebih serius, seperti kista interdigital, tumor dan kanker lainnya, penyakit kulit alergi serta penyakit autoimun dari tempat tidur kuku atau bantalan kaki.

Penyakit kulit alergi adalah alasan paling umum mengapa anjing menjilat dan mengunyah kaki mereka secara kronis. Bisa saja alergi tersebut disebabkan makanan, atau infeksi sekunder dari jamur dan bakteri yang kemudian dapat lebih memperburuk perilaku. Sebaiknya pemilik anjing benar-benar memerhatikan perilaku tersebut dengan seksama, agar dokter dapat lebih mudah mengobati bila kondisi anjing terdeteksi sejak awal.