Dari semua penyakit yang mungkin diderita kucing, terdapat 4 penyakit berbahaya yang umum terjadi pada kucing. Bahkan kucing peliharaan pun tak luput dari ancaman penyakit tersebut. Tak jarang pemilik kucing ‘kecolongan’ mengetahuinya, sehingga kondisi kucing terlanjur parah saat dibawa ke dokter.

Hasil gambar untuk cat in vet
Catster

Cacingan

Terkesan bukan penyakit berat, tetapi bila didiamkan maka cacingan bisa mengakibatkan kematian pada kucing. Cacing merupakan parasit yang hidupnya tergantung pada inang, yakni nutrisi dalam tubuh kucing. Akibatnya kucing akan kekurangan gizi, kehilangan berat badan, dan bila kondisi kucing telah parah maka kucing tak mampu lagi bertahan hidup. Gejala umum yang dialami kucing adalah diare, dimana kucing muntah juga pup dengan bentuk tidak padat, bulu kucing kusam, kehilangan nafsu makan, serta perut membuncit. Kucing mengalami cacingan dari penularan, bisa karena kucing menelan material yang tercemar, dihinggapi pinjal (sejenis) kutu yang merupakan inang perantara penularan, ataupun memakan tikus. Untuk bayi kucing, induk kucing menularkan cacing melalui air susunya. Pemberian obat cacing merupakan cara efektif untuk mencegah dan mengobati cacing kucing, tidak hanya satu kali, tetapi secara rutin diberikan 6-12 bulan sekali.

Radang gusi

Bahkan pemilik kucing terkadang tak sadar bila kucing pun butuh gosok gigi. Kucing pun mengalami plak seperti manusia, dimana bakteri dan partikel makanan menempel di gigi lalu mengeras. Selain merusak gigi, plak juga membuat gusi meradang. Napas kucing berbau busuk dan kucing tak bisa mengunyah makanan. Beberapa kasus, kucing akan terus menerus mengeluarkan liur. Dalam kondisi parah, bakteri pada gigi akan terbawa aliran darah dan membuat kerusakan ginjal.

Gambar terkait

Infeksi saluran kandung kemih

Disebut juga feline idiopathic cystitis (FIC), menyebabkan gejala penyakit saluran kemih bagian bawah. Ditandai dengan gejala kucing sering mencoba pipis, kesulitan saat pipis, pipis tidak pada tempatnya, merasa sakit ketika pipis, hingga pipis berdarah. Namun tidak diketahui secara pasti penyebabnya, selain kucing-kucing yang mengalaminya merasakan stres, atau memiliki gangguan pada sistem saraf, endokrin dan kardiovaskular.

Infeksi saluran pernapasan (URI)

80-90% penyebab paling umum dari infeksi saluran pernafasan bagian atas atau upper respiratory infections (URI) pada kucing adalah virus calicivirus dan herpes. Virus tersebut menular dari kucing ke kucing melalui bersin, batuk, peralatan grooming atau berbagi mangkuk makanan dan air. Ada pula yang disebabkan bakteri, seperti klamidia dan bordetella. Bakteri tersebut biasanya berkembang di tempat yang banyak kucing, misalnya penampungan, tempat grooming, bahkan klinik hewan yang tidak terawat baik atau rumah yang memelihara banyak kucing. Gejala yang timbul adalah bersin, kucing sering tersedak, beringus, batuk, meneluarkan air liur berlebihan, demam, nafsu makan menurun, sering menggosok mata dan depresi. Bila tak segera diobati URI bisa berlanjut ke pneumonia atau komplikasi lain, seperti kebutaan atau kesulitan bernapas kronis.

Gagal ginjal

Ginjal membantu mengatur tekanan darah, membuat hormon, merangsang sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah, dan membuang sampah dari darah. Ginjal kucing mulai bermasalah seiring bertambahnya usia. Namun bukan hanya kucing senior yang berisiko mengalami gagal ginjal, kelainan ginjal dapat diidap kucing saat mereka dilahirkan. Apabila kucing sudah dalam kondisi kronis, tidak ada obat yang mampu mengobatinya selain memberi perawatan bagi kucing agar usia ginjal bertahan lama sehingga kucing tetap memperoleh kualitas hidupnya.

Hasil gambar untuk cat in vet
CatTipper