Saat Elfie dan Gimli ditemukan, mereka tak tampak seperti induknya yang bertubuh seperti kucing pada umumnya. Sementara dua saudara kecil itu memiliki kaki pendek dan tubuh kerdil dengan kepala yang besar. Elfie dan Gimli ternyata mengidap dwarfisme, dimana terjadi gangguan genetis akibat kekurangan jumlah hormon pertumbuhan.

Beruntung Elfie dan Gimli, serta induk mereka ditemukan oleh penampungan di British Columbia, Canada, sehingga kondisi Elfie dan Gimli diketahui. Selain itu, wanita baik hati di penampungan bersedia menjadi rumah sementara mereka. Namun tak berapa lama dua kucing mungil itu membuatnya jatuh cinta, maka rumah sementara mereka pun menjadi rumah selamanya. Hingga kini.

 

Banyak yang dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan dwarfisme, biasanya masalah pada tulang. Sehingga para penderitanya terkadang membutuhkan obat anti rasa sakit, bahkan ada juga yang harus menjalani operasi. Tergantung pada diagnosa medis atas kondisi penderita. Tingkat keparahan gangguan dan tulang akan berpengaruh pada pengobatan, contohnya pada beberapa kucing dwarfisme mengakibatkan displasia tulang sehingga mengakibatkan kelumpuhan.

Namun tampaknya keadaan Elfie dan Gimli sangat baik, mereka mampu bermain seperti kucing lainnya. Malah keduanya menjadi ikon dalam kampanye adopsi di penampungan, saat ini saja pengikut mereka di sosial media sudah mencapai 100 ribu orang. Elfie dan Gimli memang menggemaskan.

Dwarfisme bukan halangan bagi kucing untuk berumur panjang, sejauh menyertakan pihak medis untuk memantau perkembangan mereka. Keluarga Elfie dan Gimli pun tak merasa direpotkan dengan kehadiran mereka, di samping kucing lain yang berada di rumah. Kedua anak itu menjadi cahaya mungil yang memberi kehangatan bagi pemeliharanya.