Menggaruk dianggap hal wajar yang dilakukan oleh anjing. Maka ketika anjing menggaruk-garuk tubuhnya, kebanyakan pemilik cenderung tak terlalu memedulikannya. Sampai terlihat ada luka atau ruam di kulit, barulah pemilik mengambil tindakan. Sayangnya, sebelum anjing terluka karena gatal yang ia derita, anjing sudah terlebih dahulu mengalami gangguan psikis. Anjing merasakan depresi, juga rasa cemas dan kehilangan minat atas hal-hal yang biasa mereka sukai.

Hasil gambar untuk dog itchy scratchy
EnkiVeryWell.com

Dr Anita Patel, salah satu ahli dermatologi kedokteran hewan terkemuka di Inggris, melalui studinya menemukan satu dari empat ekor anjing menderita penyakit kulit dan mengalami depresi atau gangguan emosional dari penyakit tersebut. Sementara riset perusahaan obat Zoetis menghasilkan 80 ribu pemeriksaan di 200 klinik hewan di Inggris adalah menangani masalah gatal pada anjing. Kedua penemuan tersebut menggambarkan betapa banyak dan seriusnya masalah kulit.

Meski penyebab penyakit kulit cukup beragam, namun yang paling sering terjadi diakibatkan oleh kutu. Dimana anjing menggaruk sampai kulit terluka lalu terdiamkan hingga terjadi kerusakan kulit dan infeksi. Para ahli mengatakan gatal yang konsisten, dimana anjing sering menggaruk, menggigit-gigit kulitnya dan menjilat, bukanlah perilaku normal. Sebaliknya kondisi tersebut bisa memicu perilaku tidak normal.

Gambar terkait
wagwalking.com

Pemilik hendaknya menyadari bahwa kelalaian mengambil tindakan tidak hanya membuat anjing harus berjuang untuk kesembuhannya secara fisik, namun juga secara mental.

Baca juga. “Perhatikan Dengan Cermat, Anjing Terlalu Sering Menjilati Kakinya Menunjukkan Gangguan Kesehatan”