Umumnya kucing muntah akibat gangguan pencernaan sederhana. Bisa dari bulu yang tertelan saat mereka mandi (self grooming) atau makan terlalu cepat, atau sesuatu yang tak seharusnya mereka makan. Perhatikan saja ‘isi’ dari muntah si kucing. Dari situ dapat diidentifikasi penyebabnya, juga dari intensitas mereka muntah. Jika terlalu sering, atau ‘isi’ muntahan tidak wajar, saatnya pemilik harus membawa kucing ke dokter.

Muntah bisa menjadi gejala penyakit, dari cacingan sampai keracunan atau penyakit lain yang membahayakan seperti kanker, sakit maag, alergi, heat stroke, infeksi virus atau bakteri, hipertiroidisme, heartworm dan penyakit saluran pencernaan, atau benda asing yang masuk dalam tubuh kucing. Bila didiamkan, kucing dapat mengalami dehidrasi berat dan kondisi tubuhnya menurun drastis.

Portrait of my kitten yawning at the camera.

Hal yang harus diketahui pemilik kucing

Hal pertama yang harus diketahui saat kucing muntah adalah makanan terakhir yang dimakan kucing. Apabila kucing sempat keluar rumah, patut dicurigai kucing memakan sesuatu yang tidak semestinya. Sistem pencernaan kucing bekerja cepat, terkadang mereka memuntahkan sesuatu justru untuk ‘mengamankan’ pencernaan atau ‘membuka’ sumbatan di saluran pencernaan bagian atas. Maka biasanya kucing dibiarkan selama 6-8 jam tanpa makanan untuk menetralkan perut.. Bila memang mereka muntah sebagai tindakan proteksi, maka dalam kurun waktu tersebut, kucing tidak akan muntah lagi. Selanjutnya mereka akan makan seperti biasa.

Kucing senior yang sering muntah tanpa alasan cenderung memiliki masalah dengan ginjal, sebaiknya pemilik berkonsultasi ke dokter. Kondisi tersebut biasanya berbarengan dengan minum lebih banyak dari biasanya dan membanjiri kotak sampah dengan air kencing.

Muntah pada kucing muda, terutama jika datang tiba-tiba, sering merupakan tanda penyakit virus yang disebut panleukopenia. Hal ini paling sering terjadi pada anak kucing yang tidak divaksinasi dengan benar.

Bila kucing muntah berkali-kali dalam jeda singkat, perlu dicurigai mereka keracunan atau diare. Biasanya muntah berbau seperti kotoran, bahkan dalam intensitas tinggi berbarengan dengan darah. Tak ada pilihan lain selain segera membawanya ke dokter, sebelum kucing mengeluarkan banyak cairan hingga zat dalam tubuh yang membahayakan keselamatannya.

Setiap kali kucing muntah lebih dari sekali dalam 24 jam dan memiliki tanda-tanda seperti depresi, gusi pucat, sakit perut yang parah, napas cepat atau sesak, atau tanda-tanda serius lainnya yang disebutkan di atas, segera bawa kucing ke dokter.

Persian

Persiapan untuk dokter hewan

Untuk membantu dokter mengidentifikasi keadaan kucing dan mengambil tindakan, pemilik harus siap dengan informasi utama yang dibutuhkan oleh dokter. Yaitu,

  • Apa yang dimakan oleh kucing? Makanan sehari-hari dan yang terakhir ia makan
  • Apakah kucing pergi luar?
  • Sejak kapan kucing muntah?
  • Seberapa sering kucing muntah?
  • Apa yang dimuntahkan? (Bila perlu bawa muntahan kucing untuk dijadikan sample)
  • Bila setelah muntah sempat diberi makan, berapa lama makanan jeda waktu makan dan muntah?
  • Tindakan apa yang dilakukan pemilik saat kucing muntah?