Dahulu, Otitis tak jauh berbeda dengan kucing lain. Tak banyak perhatian tertuju padanya. Namun kini ia dikenal dengan julukan kucing “singa laut”, Otitis malah sering bergaya menyerupai julukannya tanpa malu. Ia justru sangat percaya diri.

Sebutan “singa laut” ditujukan pada Otitis karena ia tidak memiliki telinga setelah operasi yang ia jalani. Sebelum menjadi kucing peliharaan Molly Lichtenwalner, kucing berusia 10 tahun itu dipelihara oleh sebuah keluarga yang menyerah akibat kondisi Otitis yang mengidap cyst di telinga. Maka Otitis pun diserahkan ke penampungan Feline Rescue Association di Baltimore, dengan alasan keluarganya tak sanggup membiayai operasi Otitis.

Cyst disebut juga kista adalah benjolan kecil, seperti jerawat, yang bisa tumbuh di beberapa bagian tubuh. Salah satunya di telinga. Cyst berkembang muncul akibat beragam kondisi, seperti infeksi, saluran ‘minyak’ tersumbat, benda asing di kulit, atau sebab lainnya. Benjolan tersebut berisi cairan, atau sel-sel mati, yang menimbulkan rasa sakit. Nama Otitis sendiri berarti “infeksi telinga”.

Pemilik Otitis terdahulu menyatakan bahwa kucing berbulu putih itu kehilangan nafsu makan, dan enggan bergerak karena nyeri yang dirasakan. Hingga akhirnya operasi dilakukan. Sayangnya, Otitis harus merelakan kedua telinga untuk sembuh. Meski keadaan tersebut membuat Otitis tak mampu mendengar lagi, tapi Otitis meyakini bahwa ia akan menemukan seseorang yang tulus mencintai dan menerima apa adanya. Otitis benar, Molly Lichtenwalner yang semula menjadi orangtua asuh kemudian mengadopsi Otitis.

Memiliki “penampilan” baru, serta kehidupan baru, membuat Otitis bersemangat hidup. Bahkan rasa empati yang dimiliki Otitis semakin besar, ia sangat mengerti kondisi sang “ibu” di kala suka dan duka. Molly mengisahkan saat ia bermimpi buruk dan terbangun, ia selalu mendapati Otitis tidur di bantalnya untuk menenangkan. Meski tanpa telinga, Otitis adalah kucing luar biasa! Molly mencintainya dengan segenap jiwa.