Cerebral hipoplasia adalah gangguan dimana otak kecil dari otak belum sepenuhnya terbentuk akibat infeksi bakteri atau virus. Biasanya gejala hipoplasia cerebellar dapat dilihat langsung saat kucing lahir, tapi kadang-kadang tampak di bulan kedua atau lebih. Gangguan tersebut menyebabkan gerakan tersentak-sentak, gemetar dan gerak lain yang tidak terkoordinasi sehingga kucing sering terjatuh, juga kesulitan berjalan. Getaran akan lebih meningkat saat kucing gembira dan dan mereda ketika santai.

Setahun lalu seekor anak kucing bernama Camie ditemukan dengan kondisi tersebut. Camie gemetar memperjuangkan hidup dan penampungan Itty Bitty Komite Kitty di Charleston, Virginia Barat, menolongnya. Camie menghabiskan hari-harinya di klinik, meski mendapatkan perawatan intensif para dokter tak bisa memastikan Camie akan hidup seperti kucing normal. Kemungkinan besar ia akan terus gemetar sepanjang hidupnya dan tergantung pada konsumsi obat-obatan.

Camie kecil tak mau menyerah akan hidup. Dengan kondisi tubuhnya, Camie tetap mengupayakan kesembuhan pada dirinya dengan dukungan orang-orang yang menyayanginya. Setiap 2-3 jam sekali ia harus makan dan pengobatan rutin, termasuk vitamin dan cairan infus untuk membantu kekuatan tubuhnya.

Kucing berbulu tiga warna itu mulai bermain. Ia tak berhenti meski berkali-kali jatuh, dan belajar menggunakan litter box serta makan minum sendiri. Camie menunjukkan dirinya mampu untuk berinteraksi dengan manusia, Camie ingin memiliki rumah dan berada di tengah keluarga yang mencintainya. Maka pihak penampungan pun membuka adopsi bagi Camie, tentunya calon adopter Camie harus mengerti betul akan kondisi kesehatan kucing tak kenal putus asa itu.

Camie sangat beruntung, tanpa menunggu lama sebuah keluarga mengajukan adopsi. Mereka sama sekali tak mempersoalkan kesehatan Camie, justru mereka ingin Camie terlindungi dalam cinta seumur hidupnya. Sejak itu Camie memiliki rumah dan keluarga seperti impiannya.

Hari demi hari perubahan tampak pada Camie. Tubuhnya tak sering gemetar, tak juga tersentak-sentak, dan Camie mulai jarang terjatuh ketika berjalan. Keajaiban terjadi di bulan kedua setelah Camie diadopsi, kondisinya sangat stabil. Tak lagi gemetaran, dan ia juga mulai belajar berlari serta melompat.

Seluruh keluarga Camie, bahkan penampungan serta tim dokter yang merawat Camie dahulu sungguh tak menyangka jika Camie berhasil melawan cerebral hipoplasia yang dideritanya. Selain rumah dan keluarga, impian Camie untuk menjadi layaknya kucing normal juga menjadi kenyataan. Cinta dan kasih sayang keluarga mampu membuat seekor kucing memiliki semangat hidup luar biasa untuk memperoleh kehidupan indah di sepanjang usia.