Seekor induk anjing dan anaknya yang masih berusia 6 minggu ditemukan meringkuk di sisi jalan Essex, Inggris. Peggy-sang induk, kehilangan bagian dari satu kaki belakangnya, sementara Pip-si anak tampak memiliki masalah kesehatan serius namun belum dapat diketahui. Keduanya segera dilarikan ke Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA).

Pada awalnya, tim penyelamat berpikir bahwa hanya ada penumpukan cairan di otak Pip, yang menyebabkan kebutaan pada anjing kecil itu. Tetapi tampak juga seperti pembengkakan, maka untuk memastikan Pip menjalani MRI yang hasilnya sangat mengejutkan. Sebagian otak Pip hilang!

FACEBOOK/RSPCA ESSEX
FACEBOOK/RSPCA ESSEX

Bagian otak Pip yang hilang mengakibatkan saraf optik Pip tidak dapat berkembang sehingga ia tak dapat melihat. Kasus Pip merupakan hal yang belum pernah dilihat tim neurologi di The Animal Health Trust selama ini. Kondisi Pip tersebut didapat dari perkawinan anjing yang salah. Dimana dua anjing ‘merle’ dikawinkan untuk mendapatkan pewarnaan baru bagi anak anjing, seperti membuat ‘desain’ motif bulu anjing. Namun perkawinan tersebut sangat rentan membawa gen yang rusak sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi anjing.

FACEBOOK/RSPCA ESSEX

Pip merupakan contoh tragis dari eksperimen peternak anjing untuk memperoleh keturunan anjing yang unik dan berharga mahal. Seumur hidup Pip akan memerlukan obat-obatan, tetes mata serta pemeriksaan medis teratur.

FACEBOOK/RSPCA ESSEX

Sementara Peggy-sang induk harus menjalani pembedahan satu kaki belakang, namun sebelum memutuskan untuk mengamputasi, tim dokter akan merujuk ke pengobatan spesialis yang memungkinkan memberi ‘tambahan’ kaki bagi Peg. Kondisi Peg diyakini terjadi akibat cedera traumatik atau bisa saja disebabkan akibat faktor kesengajaan. Untungnya Peg dan Pip saat ini terlindung di tempat yang aman dan memungkinkan mereka memilki harapan hidup lebih baik.

FACEBOOK/RSPCA ESSEX