Tak seperti manusia, anjing tak mengeluarkan keringat dari kulitnya, melainkan dari telapak kaki (paw). Namun itupun tidak maksimal, sehingga anjing akan tampak terengah-engah untuk menormalkan suhu tubuhnya. Tingkat pernapasan anjing adalah 30 sampai 40 penarikan hembusan napas per menit, sementara anjing terengah-engah dapat mengambil 10 kali lipat napas per menit. Dalam kondisi tersebut, anjing tidak memerlukan banyak usaha berkat elastisitas alami dari paru-paru dan saluran udara yang mereka miliki.

Namun tak selamanya anjing terengah-engah menunjukkan respon alami atau normal, memungkinkan juga menunjukkan masalah fisik atau emosional yang perlu dicermati oleh pemilik. Bila mendapati anjing terengah-engah tidak dalam keadaan santai, seperti melakukan upaya untuk melakukannya, atau terdengar suara lebih berat/keras dibanding biasa, maka sebaiknya pemilik berkonsultasi dengan dokter hewan.

Hasil gambar untuk panting dog
Vetwest Animal Hospitals

Beberapa penyebab yang mungkin menjadi latar belakang anjing terengah-engah secara abnormal, yakni,

  1. Overheating, atau anjing mengalami kegerahan berlebih akibat cuaca atau lingkungan, biasanya anjing akan kehausan terus menerus, suhu tubuh tinggi, mata berkaca-kaca, lidah dan gusi berwarna merah terang atau gelap, serta peningkatan denyut nadi juga detak jantung. Jika suhu tubuh anjing sampai ke 42° C atau lebih tinggi, maka serangan panas akan membahayakan, dimana sel-sel tubuh dengan cepat mulai mati. otak membengkak, lalu kejang-kejang, kemudian dehidrasi akan merusak ginjal yang akhirnya nyawa anjing sulit tertolong dalam hitungan menit.
  2. Keturunan, beberapa anjing yang mempunyai moncong pendek dan wajah lebar seperti pugs, boston terriers, boxers, dan bulldogs cenderung terengah-engah karena memiliki kesulitan bernapas dalam kondisi tertentu. Misal berada di luar rumah terlalu lama, berada dalam mobil, dll.
  3. Penyakit jantung dan paru-paru, salah satu gejala dari kondisi jantung seperti kardiomiopati ditandai napas berlebihan. Tanda lainnya, anjing enggan berolah raga, jarang bermain, cepat lelah dan batuk. Parahnya, anjing akan pingsan, perut membesar dan napas berat akibat akumulasi cairan. Saat kemampuan jantung untuk memompa menurun, tekanan darah di pembuluh darah balik jantung bisa meningkat. Kemacetan paru-paru dan akumulasi cairan membuat oksigen tak tertransfer ke aliran darah. Kekurangan oksigen menyebabkan anjing bernapas lebih cepat dan dengan kekuatan besar yang menyiksa bagi mereka.
  4. Penyakit cushing atau hyperadrenocorticism, menyebabkan kelenjar adrenal anjing melepaskan terlalu banyak kortisol, yaitu hormon yang seharusnya mampu mengontrol metabolisme, mengatur tekanan darah dan meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh yang baik bila terjaga kadarnya. Gejala penyakit tersebut, peningkatan rasa haus dan buang air kecil, berat badan menurun, kulit menipis, dan perubahan warna kulit dari merah muda ke abu-abu atau bahkan hitam, memar, rambut rontok, secara psikologis anjing lebih sensitif dan gelisah.
  5. Anemia, dimana sel darah merah bervolume rendah sehingga tubuh mengalami “kelaparan” oksigen, sehingga anjing terengah-engah. Gejala lain anemia termasuk anjing tampak lemah, lesu, intoleransi latihan, peningkatan denyut jantung, membran mukosa pada mulut, gusi, lidah menjadi berwarna pucat, tinja berwarna hitam dan kehilangan nafsu makan.
  6. Kelumpuhan laring, yakni kartilago laring tidak membuka dengan benar sehingga membuat anjing sulit bernapas akibat aliran udara terbatas.
  7. Faktor psikologis, seperti kecemasan, stres, takut dan fobia menyebabkan anjing terengah-engah perilaku demi mengatur kondisi psikisnya. Tanda-tanda lain dari ketidaknyamanan anjing adalah menguap berulang, mondar-mandir, merengek atau menangis, bibir menjilati, gemetar, bersembunyi, dan dalam kasus yang ekstrim kehilangan kendali kandung kemih atau kontrol usus.