Belakangan xylitol sering digunakan seiring populernya diet rendah karbohidrat dan bebas gula. Gula alkohol ini merupakan pengganti gula, banyak ditemukan pada permen, selai, obat-obatan, vitamin, pasta gigi, obat kumur dan lainnya. Pada manusia, risiko xylitol hanya akan menyebabkan diare. Itupun jarang. Sementara bagi anjing sangat berbahaya, bisa menyebabkan keracunan. Seperti yang terjadi pad kasus anjing bernama Myles.

Tanpa sengaja Myles, anjing milik keluarga Reiser dari Rogers, Arkansas memakan permen karet yang ia temukan dalam tas belanja. Akibatnya sungguh ironis, Myles nyaris meninggal dunia akibat keracunan. Menurut Dr Denver Mudie dari Asosiasi Kedokteran Hewan Afrika Selatan, xylitol  mengakibatkan hipoglikemia berat, yaitu gula darah rendah, dan nekrosis hati atau kematian jaringan hati. Pengaruh xylitol biasanya terlihat dalam 10-60 menit, tetapi gejala baru muncul  hingga 12 jam, bisa berupa disorientasi, tremor atau kejang.
Jika ditangani dengan cepat, anjing bisa pulih dari keracunan xylitol, seperti Myles yang segera dibawa ke klinik ketika diketahui ia memakan permen karet. Sementara kandungan xylitol bisa ada dimana saja, termasuk dalam produk-produk untuk anjing, sehingga para pemilik hewan peliharaan hendaknya mewaspadai, jangan cepat tergoda bila tercantum “free sugar” atau bebas gula pada kemasan.