Sayangnya si pus tidak menguasai bahasa manusia, sehingga mereka tak bisa mengatakan harapannya secara langsung agar manusia mengerti. Maka sering kali manusia, bahkan pemilik kucing sekalipun salah menyikapi kucing.

1. Aku baik untuk kesehatan

Sering dianggap kotor dan menjadi bibit penyakit, padahal kucing justru ingin mengatakan bahwa mereka baik untuk kesehatan manusia. Mereka tidak bohong lho, kini banyak studi yang menyatakan bahwa kucing baik untuk kesehatan baik fisik maupun mental manusia
shutterstock_197977139

2. Jangan hukum hal yang aku sendiri gak bisa menghentikannya

Kerap kali kucing dimarahi karena menggaruk, pipis untuk menandai wilayah, mengutil barang maupun makanan, mengacak-acak, meninggalkan bulu dimana-mana dan lainnya yang sebenarnya merupakan kodrat mereka sebagai kucing. Sehingga mereka sedih bila dihukum untuk sesuatu yang mereka pun tak mampu menghentikannya.
shutterstock_203393782

3. Tidak semua kucing takut air kok

Karena mitos bahwa kucing takut air maka orang sering kali membanjur kucing untuk mengusir, padahal kucing merasa kaget ketika dibanjur, karena tak semua kucing takut air. Begitu pula soal mandi, kadang memang mereka gak mau saja bukan beralasan takut air, dan lain-lain.
shutterstock_133914029

4. Aku bukan penidur, aku butuh bermain seperti kucing

Kebanyakan kucing rumahan memiliki waktu tidur yang banyak sehingga badan mereka gemuk, namun bukan karena mereka pemalas. Kebanyakan disebabkan mereka tak bisa bermain seperti kucing, seperti memanjat, berburu, bertualang, dll. Sehingga mereka bosan, tak ada hal yang dikerjakan, jadi memilih tidur.
shutterstock_208166110

5. Aku butuh perhatian

Kucing bukan hewan independen seperti kelihatannya. Mereka juga butuh teman, dan diajak bermain bersama. Bahkan diajak bicara dan dimanjakan oleh pemiliknya. Perhatian dari orang terdekat membuat mereka merasa terlindungi dan nyaman.
shutterstock_207470530

6. Bukan aku yang dimiliki, tapi aku yang memiliki

Memelihara kucing seolah memilikinya, padahal bagi kucing justru sebaliknya, merekalah yang memiliki. Salah satunya dengan cara ‘menggesekkan’ tubuh mereka pada orang yang disayangi untuk menempelkan aroma mereka sebagai pernyataan kepemilikan.
shutterstock_226078120

7. Aku bisa bosan, maka aku suka keanekaragaman

Baik makanan atau mainan, mereka justru senang apabila pemilik memberikan variasi, tidak itu-itu saja. Karena kucing juga kenal rasa bosan. Mereka juga ingin ‘hawa’ baru dan menantang dalam kehidupannya
shutterstock_226366663

8. Aku mengerti perasaan keluargaku

Meski mereka terkesan cuek, sebenarnya kucing adalah hewan yang sangat sensitif sehingga mampu merasakan perasaan pemiliknya. Kegelisahan dan stress sang pemilik biasanya bisa membuat kucing malah bertingkah buruk tak seperti biasanya.
shutterstock_199883930

9. Aku beda! Bahkan dari kucing lain sekalipun

Kucing memiliki karakter yang unik dan berbeda satu sama lain, sementara pemilik sering memperlakukan mereka sama. Perbedaan tersebut sering kali tidak dimengerti sang pemiliknya.
shutterstock_175738436

10. Kalau aku “krrr.. krrr…” tak selalu menandakan happy

Saat kucing mengeluarkan suara “krrr.. krr…” atau mendengkur, biasanya pemilik menganggap kucing sedang merasa nyaman dan happy. Padahal tak selalu demikian, ada kalanya mereka mengeluarkan bunyi dengkuran sebagai erangan sakit atau kegelisahan, maka sebaiknya pemilik memerhatikan hal itu agar tak salah sangka.
shutterstock_186871595