Beberapa bulan lalu Baker Institute for Animal Health, College of Veterinary Medicine Cornell University, Ithaca, New York mencatat sejarah kelahiran 7 ekor anak anjing campuran beagle, labrador dan cocker spaniel yang dilahirkan melalui proses bayi tabung atau vitro fertilization. Dimana proses pembuahan sel telur dengan sperma terjadi di luar tubuh dan biasanya dilakukan bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak.

Dalam dunia kedokteran, manusia pertama yang lahir menggunakan proses bayi tabung adalah Louise Brown di tahun 1978, di Oldham General Hospital, Greater Manchester, Inggris. Sementara proses bayi tabung pada hewan justru sering gagal akibat secara biologis berbeda dengan manusia. Menurut menurut Dr. Pierre Comizzoli, ahli fisika reproduktif di Smithsonian Conservation Biology Institute Royal Front, kehamilan anjing hanya berlangsung 2 bulan, dan masa ovulasi anjing betina hanya satu atau dua kali setahun, sehingga menghasilkan telur yang belum matang sedangkan bayi tabung membutuhkan telur matang untuk dibuahi. Maka kelahiran 7 ekor anjing campuran ras melalui teknologi bayi tabung dianggap terobosan besar dalam dunia kedokteran hewan yang berguna untuk melestarikan spesies langka hingga menghapuskan ‘sifat merusak dari hasil perkembangbiakkan’ hewan.
Sebelumnya di tahun 2013, anjing bernama Klondike menjadi anjing pertama yang lahir dari embrio beku. Ibu Klondike yang merupakan anjing Beagle menjalani proses penyuburan menggunakan inseminasi buatan. Embrio-nya dikumpulkan, dibekukan, dan “ditanamkan” di induk semang Klondike. Dari kelahiran Klondike maka dapat dikembangkan teknologi bayi tabung yang menjadi keberhasilan saat ini.