Bukan sekedar mengerti aja kalau kucing dipanggil oleh pemiliknya, tapi mereka mengerti banget. Cuma itu tadi, mereka gak mau menanggapi. Demikian hasil penelitian University of Tokyo. Kucing memiliki kemampuan pendengaran istimewa yang dapat menyeleksi beragam suara, termasuk suara pemiliknya, dan membedakan suara tersebut dengan suara orang lain yang tak dikenalnya. Saat penelitian, hanya 10% dari seluruh kucing menanggapi panggilan dengan menggerakan ekor atau membalas dengan mengeong.

Jangan berkecil hati, meski pada dasarnya kucing malas merespon panggilan, namun mereka dapat dilatih untuk menjadi responsif. Yaitu, dengan mengubah kebiasaaannya tersebut. Mereka bisa sangat responsi apabila menyadari bahwa menanggapi panggilan, merupakan hal yang menyenangkan.

Cara sederhana untuk melatih mereka adalah dengan menemukan sesuatu yang menjadi motivasi terbesar mereka. Misalnya mainan favorit mereka, atau makanan. Biasanya makanan basah membuat mereka sangat bergairah. Kemudian mulai panggil nama mereka, usahakan setiap kali memanggil dengan intonasi suara yang sama, karena mereka tak mengenali kata namun akan mendeteksi dari intonasi suara. Setelah mereka datang, biarkan mereka menunggu untuk mendapatkan ‘hadiah’ berupa mainan atau makanan. Lakukan secara konsisten, dan coba juga memanggil dari lokasi dan jarak yang berbeda-beda agar mereka mengenal pola panggilan.

Bila kucing sudah cukup mengerti jika dirinya dipanggil dengan ‘kata’ tersebut, mulailah panggil berulang dan diantara panggilan tersebut tak perlu memberi ‘hadiah’, cukup mengusapnya lembut. Hingga ia mau dipanggil meski tanpa iming-iming mainan atau makanan. Hindari menggonta-ganti panggilan pada kucing, atau tidak konsisten dalam intonasi panggilan, karena akan membuatnya bingung dan kembali ke kebiasaan lamanya. Malas menanggapi :p