Seperti halnya manusia, rasa percaya diri juga mampu meningkatkan kebahagiaan bagi kucing. Dimana mereka dapat berinteraksi dengan lingkungan secara lebih baik, serta menikmati kehidupan dengan tenang dan damai. (baca. “Sikap Kucing Yang Takut Dan Malu Sebaiknya Tidak Dimaklumi, Namun Dilatih Agar Kucing Jadi Bahagia”)

Gabriel González @ FlickrPemilik dapat membantu kucing agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi, melalui beberapa tips berikut;

Konsisten memberi arahan

Dalam memberi arahan pada kucing atas sikap buruknya, hendaknya bersikap konsisten. Seperti memberi reaksi yang sama, contoh bila mereka naik ke atas meja maka turunkan dan katakan “jangan”. Maka mereka akan mengerti bila setiap kali mengulang tindakan itu diberi reaksi yang sama, bukan kadang diturunkan tapi kadang juga dimarahi.

Menjaga jadwal makan

Makanan bisa menjadi hal yang sangat sensitif bagi kucing. Pemilik dapat meringankan stres dan perasaan tidak aman pada kucing dengan menjaga jadwal makan selalu tepat waktu.

Mendorong rasa penasaran kucing

Kucing menggunakan indera mereka sangat kuat untuk memahami lingkungan. Cara mudah untuk meningkatkan rasa percaya diri kucing adalah mendorongnya untuk bereksplorasi. Bisa melalui bau, suara, tontonan, atau hal yang mampu mereka rasa dan sentuh. Perbolehkan mereka menjelajahi rumah, sediakan pula beberapa mainan yang mampu merangsang keingintahuannya.

Menyediakan ‘ruang aman’

Kucing memang dapat menciptakan ruang aman untuk dirinya sendiri, misalnya dengan mengambil alih sudut lemari atau mengais-ngais dalam lemari, dan lain-lain. Terkadang tindakan itu tak menguntungkan bagi pemilik karena kucing bisa mengambil ruang yang tidak diperbolehkan. Maka sebaiknya sediakan ruang yang kira-kira dirasakan kucing sebagai tempat yang aman. Biasanya mereka akan memilih lokasi di bagian yang tenang, tanpa hiruk pikuk dalam rumah, serta tak mudah “terjangkau” mata manusia.

Memberi “mangsa”

Karena kucing adalah jenis hewan pemburu, maka mereka selalu butuh mangsa untuk diburu. Berilah permainan yang mampu diasumsikan kucing sebagai “perburuan”. Meski hanya mengejar tangkai tongkat berbulu yang dimainkan pemiliknya, kucing akan menganggap mainan tersebut adalah “mangsa” yang harus disergap. Jangan biarkan kucing selalu gagal menangkap “mangsa”nya karena bukan kepercayaan diri yang nantinya mereka peroleh, namun justru rasa frustasi.

Menjaga volume suara

Sensitivitas pendengaran kucing lima kali lebih kuat dari manusia. Sehingga suara keras dapat mengagetkan dan membuat kucing tidak tenang, bahkan membangun rasa tidak aman berada di rumah. Ia akan menjadi penakut, dan kerap bersembunyi atau melarikan diri bila ada hal yang tak dikenalnya.

Menghormati batasan

Kucing pun hidup dalam aturan dan batasan yang kadang dilanggar manusia. Penting bagi pemilik kucing untuk mengerti hal-hal yang mereka jaga, sehingga kucing pun mampu belajar untuk menghormati batas-batas hidup bersama manusia. (baca juga. “Kucing bisa LEBIH menyayangi pemiliknya, asal tahu caranya”)

Danielle Villar @ Flickr

Memberi tempat “bertengger”

Terlahir sebagai pemburu, kucing menyukai ketinggian. Selain sebagai tempat “pengintaian”, juga merupakan tempat yang dirasa aman oleh kucing untuk “bertengger” guna melihat situasi sekelilingnya. Dengan memberi tempat tersebut maka kucing dapat memenuhi nalurinya saat ingin berada di tempat yang tinggi.

Membatasi akses

Bila memelihara kucing dalam rumah, biasanya kucing menyukai kaca besar untuk melihat keluar rumah. Namun batasi aksesnya, karena bila mereka kerap melihat hewan di luar maka kucing akan merasa teritorinya terganggu sehingga mampu membentuk agresi pada mereka. (baca. “Jendela Bisa Membuat Kucing Rumahan Sangat Bahagia, Namun Bisa Juga Jadi Frustasi Bahkan Stress”)

Memenuhi kebutuhannya

Dari mulai litter box, tempat minum, sampai kebersihan sangat membantu meningkatkan rasa percaya diri kucing. Dimana saat membutuhkan, mereka dapat mendapatkannya dengan mudah. Tanpa berebut dengan kucing lain, dan tanpa harus protes pada pemilik. Mereka akan merasa hidup mereka begitu sempurna dan bahagia

Alf Melin @ Flickr