Tidak jarang kucing liar berkeliaran dengan luka menganga akibat mereka berkelahi, atau kucing kurus dengan wajah pucat terlihat berjalan-jalan dengan biasa-biasa saja.  Apakah mereka tak merasakan sakit? Lalu kucing peliharaan di rumah pun kadang tampak lemas dan gak doyan makan, padahal kemarin tidak apa-apa. Ketika dibawa ke dokter baru ketahuan bahwa mereka sudah lama menderita sakit, tapi tak diketahui pemiliknya karena mereka bersikap biasa-biasa saja.

Kucing sebenarnya juga merasakan sakit yang dideritanya, namun mereka bukan tipe yang mengaduh atau minta dikasihani. Mereka menyembunyikan apa yang mereka rasakan sampai fisiknya benar-benar tak kuat untuk menahan sakit. Mengapa demikian?

Di alam liar, kucing adalah predator. Bila ia menunjukkan dirinya terluka atau sakit maka ia akan tampak lemah di hadapan mangsanya. Alih-alih mendapat mangsa, justru malah dirinya menjadi target. Kondisi tersebut yang membuat naluri kucing menyembunyikan kelemahannya dalam keadaan apapun. Satu-satunya cara bagi kucing liar untuk tetap aman adalah menyembunyikan rasa sakit dan bersikap tenang.

Sebelum terlambat mengetahui kondisi kesehatan kucing peliharaan, sebaiknya senantiasa perhatikan perubahan kebiasaan dan keadaan fisiknya. Seperti kebiasaannya minum, makan, mandi dan bermain. Lalu bila bulunya tak mengembang seperti biasa, kulitnya ‘jatuh’, mata, hidung ‘basah’nya, juga mulut serta baunya. Bila terasa ada perubahan, ajak si pus ke dokter agar bisa diketahui lebih dini jika memang ia menderita sakit.