Sebelum berharap banyak pada si kucing untuk jadi kucing terlatih, harap diketahui juga tingkat kegagalan melatih kucing lumayan tinggi. Hal itu disebabkan pemilik kucing tidak sabar, sehingga tak cukup konsisten dalam pelatihan. Serius, kalau gagal bukan salah ‘murid’nya.

Kunci pertama yang harus diingat adalah kucing mampu merespon suara dan gerakan. Utamanya, gunakan suara untuk memberi komando pada kucing dengan cara menarik perhatian kucing melalui makanan pada awal pelatihan. Panggil kucing untuk makan dengan suara dan intonasi yang sama, beberapa pemilik kucing menggunakan ‘clicker’sebagai alat pemberi suara agar diingat kucing. Alat akan memberi suara tanpa perubahan intonasi karena tak memiliki emosi seperti manusia. Panggil kucing, lalu bunyikan ‘clicker’ atau beri decakan mulut, atau panggil namanya, sambil mengasongkan makanan. Perlahan kucing akan memahami suara tersebut sebagai panggilan untuk makan.

rd.com

Menggunakan toilet

Bila kucing bisa menggunakan toilet untuk pup dan pip, bayangkan betapa hematnya pemilik tak perlu membeli pasir untuk mereka. Pekerjaan pun menjadi mudah karena tinggal ‘flush’ atau menyiram. Beres. Caranya adalah meletakan litter box di dekat toilet, sampai kucing terbiasa untuk menggunakan kotaknya di kamar mandi. Setelah itu makin dekatkan kotak ke arah toilet, dimana kucing tidak menyadari jika kotak bergeser. Ia akan buang air seperti biasa. Kemudian mulai gunakan litter box berukuran lebih kecil, bila kucing tetap menggunakannya, naikan kotak ke dudukan toilet. Maka saat ingin buang air kucing otomatis akan naik ke dudukan toilet untuk menyesuaikan letak litter box. Secara bertahap kurangi pasir, sampai akhirnya tak perlu lagi meletakan litter box di dalam kamar mandi. Dimana kucing telah memahami bahwa toilet adalah tempat untuk buang air. Jangan lupa, setiap kali kucing menyelesaikan latihannya dengan baik, beri sedikit cemilan serta pujian (kata harus konsisten, jangan berubah-ubah) atau bunyikan ‘clicker’, sehingga menambah ‘kamus bahasa’ kucing tentang pujian.

rd.com

Salaman

Saat kucing tenang dalam posisi duduk, bunyikan ‘clicker’ atau katakan “salam”, sambil meraih satu kaki depannya. Mungkin kucing akan menolak pada awalnya, lalu ia pergi. Tetapi jika dia diam saja, beri satu cemilan ketika menggenggam kakinya. Lakukan berulang kali dengan cara yang sama dalam kesempatan berbeda, dan berikan cemilan setiap kali si kucing tak menolak latihan tersebut. Lama kelamaan, saat mendengar kata salam atau bunyi ‘clicker’ disertai uluran tangan pemiliknya, si kucing akan mengangkat satu kaki depan dan menaruhnya di telapak tangan sang pemilik. Salaman!

Hasil gambar untuk cat shake hand

Meminta sesuatu

Supaya tidak salah memahami keinginan kucing saat ia menginginkan sesuatu, ajari kucing untuk meminta. Awalnya, gunakan makanan, pegang agak tinggi di atas kucing. Bunyikan ‘clicker’ atau katakan ‘please’ atau kata apapun yang bermakna meminta, sambil mengangkat kaki depan kucing seperti gerakan melambai. Bisa juga mengangkat kedua kaki depannya agar si kucing berdiri. Kemudian berikan kucing makanan tersebut. Bila kucing sudah mulai terbiasa, ganti makanan dengan mainan kesukaannya. Lalu beri perintah dengan ‘clicker’ atau suara, si kucing akan paham bahwa ia harus meminta mainan tersebut dengan cara yang sama seperti pada makanan. Jika berhasil, tetap beri si kucing makanan ya… sebagai hadiah atas kepintarannya.

Hasil gambar untuk cat shake hand
rd.com