Melinda Danowitz menemukan bahwa nenek moyang jerapah sudah memiliki leher sedikit lebih panjang daripada nenek moyang jerapah yang disebut Okapi, meski tidak sepanjang seperti jerapah yang ada saat ini. Pemanjangan leher jerapah dimulai lebih dari 16 juta tahun lalu, bisa dikatakan tulang jerapah berevolusi pada turunannya. Tulang belakang mereka menyusut, sementara tulang leher memanjang. Itulah penyebab mengapa jerapah modern dan Okapi memiliki tinggi badan berbeda. 

Melalui penelitian fosil, jerapah pertama dengan leher panjang muncul pada sekitar 7,5 juta tahun lalu. Namun dari generasi ke generasi, tampak tulang leher jerapah semakin panjang baik dari atas atau bawah. Sementara jerapah berleher panjang modern atau yang terlihat saat ini, mengalami pembentangan di kedua arah tulang belakangnya sehingga memiliki tubuh yang juga panjang.