Tak jarang pemilik kucing mengeluh kurang tidur akibat si kucing bermain di malam hari. Kalaupun tidak bermain, mereka hilir mudik sambil mengeong seperti ingin membangunkan orang satu RT. Akibat kelakuan mereka, tidur jadi terganggu. Sementara si kucing, di siang hari tidur pulas begitu nikmatnya. Ih curang yah :p

Meski sudah menjadi kucing peliharaan dan beradaptasi dengan siklus hidup manusia, si kucing tak mampu mengekang panggilan alamnya untuk terjaga dan aktif di malam hari. Jadi percuma memarahi mereka, atau memaksakan agar mereka selalu patuh mengikuti rutinitas pemiliknya. Kadang ada yang bisa sih, tapi tidak semuanya.
Latar belakang perilaku tersebut dapat dilihat dari nenek moyang kucing liar, atau kucing domestik yang memang aktif di malam hari. Mereka tidur sepanjang hari lalu terjaga sepanjang malam. Karena malam hari adalah waktu terbaik untuk kucing liar menguntit, berburu, dan mencari mangsa. Termasuk melindungi diri dari bahaya. Kucing memiliki kemampuan untuk melihat dalam gelap, mereka menggunakan kelebihan luar biasa tersebut untuk membantu berburu, dimana mangsa biasanya cukup lengah di saat malam, sementara mereka cukup “handal”. (baca. “Selain Menggunakan Mata, Kucing Bisa ‘melihat’ Dengan Kumis, Telinga Dan Hidungnya”)

Bagaimana dengan kucing rumahan yang sebenarnya sudah tercukupi kebutuhan makannya? Tentu mereka tak perlu berburu mangsa untuk dimakan, atau tak perlu cemas akan bahaya yang mengancam. Namun naluri mereka sebagai hewan liar tak mungkin untuk dijinakan 100%, maka mereka tetap “berburu”. Yang diburunya bisa serangga, mainan, atau apapun yang mereka rasa mampu “diburu”. Saat mereka mengeong tengah malam, ada ungkapan frustasi dalam suaranya karena mereka tak menemukan “mangsa” menyenangkan di dalam rumah yang layak diburu, sehingga protes. Jadi sebelum mereka “dianggap” mengganggu, lebih baik pemilik kucing menyiapkan diri, sekaligus menyiapkan “mangsa” agar mereka ada “kegiatan” di tengah malam 🙂