Saat anjing meminta makanan ekstra, padahal barusan saja dia sudah makan, sering kali pemilik tidak tega melihatnya kan? Akhirnya anjing memperoleh apa yang ia inginkan. Padahal menurut studi yang dilaporkan dalam jurnal Scientific Reports, anjing sengaja melakukan hal tersebut guna memanipulasi manusia atau pemiliknya. Nah lho!

Hasil gambar untuk dog begging
petcha.com

Salah seorang peneliti, Juliane Kaminski dari Universitas Portsmouth, menerangkan dalam jurnal tersebut bahwa anjing belajar menggunakan ekspresi wajah sebagai upaya berkomunikasi dengan manusia. Dengan kata lain, anjing meniru ekspresi manusia untuk dapat mengungkapkan perasaannya. Seperti wajah memohon, lalu memainkan matanya untuk menarik perhatian pemiliknya.

Anjing cenderung “menggerakkan wajah” mereka lebih sering ketika sedang diperhatikan oleh pemiliknya. Bisa jadi saat itu anjing sedang mempelajari mimik wajah, lalu menirukan. Atau anjing sedang melakukan komunikasi pada manusia yang memerhatikannya. Anjing sangat sadar ketika mereka diperhatikan. Kebalikannya, bila mereka “diacuhkan” maka akan gerakan wajah atau ekpresi anjing cenderung pasif.

Hasil gambar untuk calm dog
Cesar’s Way

Dari pembelajaran tersebut anjing akan mengerti sisi emosional manusia. Mereka akan menghibur atau berempati saat pemiliknya sedih, atau turut senang saat sang pemilik merasa bahagia. Anjing kemudian menggunakan ekspresi “serupa” saat mengungkapkan perasaan mereka pada manusia, sebagai bentuk komunikasi interaktif. Lalu mengapa anjing dapat melakukan tindakan manipulasi melalui ekpresi wajah dan matanya? Karena anjing juga mempelajari hal itu dari manusia.

Hasil gambar untuk calm dog
Pets – The Nest

Anjing memiliki kepekaan tinggi, sehingga mereka mampu mengetahui perbedaan getaran serta perubahan ekspresi wajah ketika manusia berbohong. Meski tampak kekanak-kanakan, tetapi anjing sangatlah cerdas dan jujur. Mereka dapat memahami sesuatu dengan mudah, namun kompleksitas manusia membuat anjing tak bisa memahami sepenuhnya. Anjing memiliki keterbatasan akal untuk melakukan kenakalan tingkat tinggi, atau melakukan sesuatu dengan tendensius.

Anjing lebih “lurus” dalam melakukan kenakalannya, dimana mereka tak berusaha menutupi kesalahan, bahkan tak jarang dilakukan secara terang-terangan. Jadi, apabila anjing kedapatan memelas untuk mendapatkan makanan seakan belum memperoleh jatahnya, atau menangis dan merajuk ketika menginginkan sesuatu, sudah tahu kan semua hal itu dipelajari anjing dari siapa? Hehe..

Hasil gambar untuk dog look alike  owner
yourlocalguardian.co.uk