Kucing terlahir sebagai hewan liar. Mereka hidup di alam bebas, tanpa perlu bergantung pada manusia. Namun seiring berubahan jaman, kucing menjadi hewan manis yang tinggal di rumah dan hidup bahagia bersama manusia. Lho kok bisa?

10.000 tahun lalu, manusia mulai memanfaatkan kucing untuk membantu pertanian sebagai upaya membasmi tikus dan pengendalian hama. Hal tersebut diketahui dari penelitian gigi dan tulang kucing purba oleh Maria Geigl, ahli genetika evolusi dari Institut Jacques Monod, Paris. Di masa itu, kucing mulai tinggal bersama manusia dan dianggap jinak. Bahkan di ribuan tahun berikutnya, ketika manusia bermigrasi ke wilayah barat, para kucing dibiarkan ikut. Bila semula kucing ditemukan di Asia Barat dan Mesir, perkembangbiakkan kucing menjadi semakin meluas ke segala penjuru dunia.

Hasil gambar untuk cat history Maria Geigl
New York Post

Kedekatan kucing dengan manusia terbangun dari kondisi menguntungkan antar mereka. Dimana kucing mendapatkan tempat berburu dan memangsa sesuai nalurinya, sementara manusia terbantu dengan kemampuan kucing mengendalikan hama. Rasa terima kasih manusia berkembang menjadi kasih sayang, demikian pula halnya si kucing. Sehingga kucing dan manusia saling meningkatkan hubungan seperti keluarga. Perlahan namun pasti, kucing tinggal di dalam rumah.

Tidak banyak perbedaan antara kucing purba dan kucing modern, selain kucing saat ini cenderung berwarna polos dan sedikit belang. Hal tersebut terjadi di sekitar abad pertengahan dan diketahui dari penelitian DNA kucing. Lingkungan sosial juga memengaruhi hidup dan pandangan kucing terhadap manusia. Dimana para anak kucing lahir di tengah-tengah lingkungan manusia dan langsung berinterasi dengan manusia, berbeda dengan nenek moyang mereka jaman dahulu.

Hasil gambar untuk cat history
missedinhistory.com

Perkembangan jaman mengubah kebutuhan manusia atas kucing. Dimana kucing tidak lagi dipekerjakan di pertanian, namun hidup nyaman di dalam rumah sebagai “pengendali” kebutuhan manusia secara psikologis. Dimana kucing mampu menurunkan stres, menjadi terapi masalah mental bahkan autis. Penelitian modern juga menyebutkan kucing memberi manfaat kesehatan fisik, seperti menghindari penyakit jantung, menyembuhkan alergi dan masih banyak lagi.

Sayangnya pemeliharaan kucing saat ini sering kali tidak disertai dengan memikirkan kesejahteraan kucing. Seakan melupakan manfaat yang diberikan kucing pada manusia, sampai membuang mereka saat dianggap merepotkan. Populasi kucing meningkat dan menambah jumlah kucing tunawisma di jalanan, serta penyebaran penyakit. Bila dahulu kucing diajak untuk tinggal bersama, lalu mengapa kini diabaikan?

Hasil gambar untuk cat history
ancient-origins.net