Penelitian yang dipimpin oleh Kazuo Fujita, seorang professor of comparative cognition dari Kyoto University, Jepang, menghasilkan fakta bahwa anjing akan membenci orang lain yang dibenci oleh pemiliknya. Meski sang pemilik tak pernah “curhat” pada anjingnya, dan anjing pun tak mengerti kehidupan sosial antar manusia. Jadi jangan heran bila anjing menggeram atau menggonggong, juga berperilaku agresif apabila bertemu dengan seseorang. Bisa jadi, si pemilik tidak menyukai orang tersebut, maka anjing melakukan hal yang sama. Mengapa bisa demikian?

Gambar terkait
dogtrainingblogger.net

Kuzuo Fujita melakukan eksperimen pada beberapa anjing, dengan memperlihatkan perilaku orang lain terhadap pemilik mereka. Dimana sang pemilik meminta bantuan pada orang lain, lalu ditolak. Kemudian si pemilik meminta bantuan orang lainnya lagi, lalu si orang asing dengan senang hati membantu. Setelah itu para anjing diuji di ruangan terpisah, tanpa disertai sang pemilik. Orang-orang yang tadi dimintai bantuan oleh pemilik anjing menawarkan makanan pada anjing, ternyata anjing lebih mudah memercayai orang yang sebelumnya menolong pemilik mereka saat meminta bantuan. Sementara pada orang lain yang menolak membantu, para anjing cenderung menjauh dan menggeram saat didekati.

Gambar terkait
dogingtonpost.com

Ternyata anjing membuat sebuah evaluasi sosial dan emosional dari pemiliknya, dibandingkan dengan kepentingan dirinya sendiri. Dengan kata lain, bila pemilik anjing menyukai seseorang maka anjing akan merasa bahwa orang tersebut pun layak untuk mereka percayai. Sebaliknya, ketika pemilik tidak menyukai seseorang, bahkan membenci, maka anjing akan bersikap sama karena rasa percaya mereka terhadap sang pemilik.

Hasil gambar untuk dog sitting beside owner
Doggie Desires

Menurut Fujita anjing memiliki kemampuan dalam membangun sifat sosial kolaboratif yang tinggi, dalam hal ini terhadap pemiliknya. Tanpa diminta anjing akan ‘berkolaborasi’ menjadi ‘satu tim’ dengan sang pemilik. Tidak semua hewan primata memiliki kemampuan tersebut, kecuali monyet kapusin, namun tidak memberikan dampak langsung pada manusia seperti anjing.

Hasil gambar untuk dog trust owner
topdogtips.com

Sifat sosial kolaboratif anjing tersebut juga dimiliki oleh anak-anak balita, dimana mereka akan percaya begitu saja pada orangtuanya. Mereka akan membenci apa yang dibenci oleh orangtua, begitu pula sebaliknya. Namun apakah sikap anjing seperti itu berdampak baik pada manusia dalam arti memberi kesenangan pada pemilik karena anjing peliharaan bersikap pro? Tentu bukan itu maknanya. Sikap anjing tersebut justru mengajarkan pada pemilik untuk tidak menyimpan benci di hati atas kondisi apapun, terhadap siapapun. Hati akan tenang dan damai apabila tidak ada benci, bukan?

Hasil gambar untuk dog trust owner
Daily Mail