Tak sedikit penelitian serta pemberitaan menyampaikan tentang manfaat memelihara hewan, terlebih kucing dan anjing. Selain memberi dampak kesehatan bagi pemiliknya, juga memberi kebahagiaan. Namun hasil penelitian John Bradshaw dari School of Veterinary Sciences, Universitas Bristol, Inggris, justru sebaliknya. Hewan peliharaan malah bisa memberi kerugian besar bagi sang pemilik, bahkan masalah kejiwaan dan tingkat depresi lebih tinggi dibanding orang-orang yang bukan pemelihara. Lho mengapa bisa demikian?

Hasil gambar untuk dog cat
DogVacay

Penjelasannya sangat masuk akal. Hewan peliharaan perlu diberi makan secara teratur, kesehatan mereka harus diperhatikan dan harus disediakan tempat tinggal yang layak. Bukan perkara mudah bukan? Meskipun jelas mereka menjadi teman, memelihara hewan sangat memakan waktu dan seringkali pemeliharaan terjadi hanya satu arah, yakni si dari pemelihara saja. Sementara hewan, seakan tak peduli sedikitpun, selain menuntut kebutuhan mereka terpenuhi.

Hewan memang tidak bisa diharapkan memberikan sesuatu kasat mata. Mereka tidak pernah merasa memiliki kewajiban untuk menghibur atau berlaku baik pada manusia yang telah memelihara. Hewan adalah hewan, mereka mengikuti instingnya saja. Tak pernah melakukan sesuatu untuk menyenangkan lingkungan, mereka akan melakukan sesuatu sesuai “panggilan” dari nalurinya. Sehingga bagi pemelihara yang masih mengharapkan timbal-balik dari peliharaan mereka, siap-siap saja merasa terganggu dengan kehadiran mereka di rumah.

Hasil gambar untuk dog cat
Wikipedia

John Bradshaw menambahkan bahwa pemelihara yang gagal menyesuaikan kehidupan dengan peliharaan mereka akan “berhitung” untung dan rugi. Tentu saja jika sudah berhitung, maka hasilnya adalah kerugian. Tak semua pemelihara hewan berhasil berada dalam tingkat kestabilan emosi dan ketulusan sebagaimana “diajarkan” oleh hewan peliharaan mereka. Akibatnya, meski tampak seperti hidup bersama, tetapi hewan dan pemiliknya sering kali tidak hidup berdampingan.

Hasil gambar untuk dog cat pet

Hewan bukanlah manusia. Mereka bukan “pemain drama” handal yang berpura-pura berlaku baik demi mendapatkan kasih sayang dari pemiliknya. Bila pemilik sudah mampu merasakan kehadiran mereka sebagai bagian dari kehidupan, maka manfaat akan keberadaan mereka baru bisa dirasakan.