Tidak sekedar ‘membenturkan’, kadang mereka menggosokan kepalanya juga, atau dilanjutkan dengan ‘ngusel-ngusel. Para pemilik kucing biasanya sangat bahagia bila kucing bertingkah seperti ini. Gak salah juga sih, karena memang merupakan salah satu ungkapan sayang dari si kucing pada pemiliknya. Gimana sang pemilik gak senang, coba? 😉

boop12

Menurut Dr. Jill E. Sackman, seorang dokter senior dari BluePearl Veterinary Partners di Michigan, perilaku kucing seperti itu sudah dilakukan sejak mereka masih kanak-kanak. Mereka melakukan sebagai tanda kasih pada sang induk, serta sapaan hangat penuh kasih sayang.

 

Ada dua alasan yang mendasari kucing melakukan tindakan tersebut. Yakni,
Afiliasi terhadap lingkungan
Saat kucing menyundulkan kepala pada pemiliknya, Dr Stephanie Muggle-Weil dari Cummings School of Veterinary Medicine di Tufts University, Massachusetts, menjelaskan kucing menandai pemiliknya dengan aroma tubuhnya untuk menunjukkan afiliasi atau ikatan. Seperti diketahui kucing adalah hewan yang sangat bergantung pada indera penciuman. Aroma merupakan hal penting bagi mereka. Tindakan afiliatif tersebut berfungsi untuk mempertahankan koneksi dalam sekelompok individu, dimana mereka menandai orang atau lingkungannya untuk mengelompokkan dalam aroma yang sama dengan mereka. Kucing juga melakukan hal serupa pada kucing lainnya, sehingga aroma komunal menyebar ke seluruh ‘anggota’ kelompoknya yang mereka sukai.

Menyatakan kepemilikan dengan lembut
Kucing memiliki kelenjar bau yang terletak di pipi, dahi, dagu, dan pangkal ekor mereka, maka biasanya mereka akan menggosokkan bagian tubuh mereka tersebut pada manusia atau benda yang mereka ‘masukan’ ke dalam lingkungan yang disukainya, sebagai tanda kepemilikan. Tetapi bukan penguasaan seperti yang mereka lakukan untuk menguasai wilayah, karena dalam konteks penguasaan wilayah mereka tak melakukan dengan lemah lembut. Mereka akan ‘menyemprot’ (mengencingi), atau lebih parahnya berkelahi demi teritorial. Adapun aroma yang di’tempelkan oleh kucing tidak bertahan selamanya sehingga kucing akan sering kembali untuk melakukan tindakan serupa.

Dr. Jill E. Sackman juga menyatakan banyak pemilik kucing yang tak menyadari bahwa kucing lebih memilih untuk dibelai atas kepala mereka dan sekitar telinga, dibanding belaian di sepanjang punggung atau sisi mereka. Dengan menyentuh bagian dimana kucing juga menyentuhkannya pada manusia, maka secara tidak langsung pemilik ‘berkomunikasi’ dengan kucing dengan bahasa yang sama. Yaitu, pemilik kucing menyatakan kepemilikan pada si kucing dengan meninggalkan aromanya. Itu rahasia untuk memberitahu kucing bahwa mereka disayangi dan dimiliki 😉