Kadang bingung juga mengapa ada orang yang tak suka pada anjing, bahkan membenci. Padahal anjing kan lucu dan menggemaskan, juga sahabat yang setia. Namun kadang tak tersadari ketidaksukaan orang-orang awam terhadap anjing justru berasal dari pemilik anjing sendiri.
1. Kotoran yang tak diambil, atau dibersihkan
Mengajak anjing jalan-jalan tak luput dari anjing membuang kotoran. Sayangnya tak semua pemilik anjing mengambil kotoran tersebut dan membuangnya dengan benar. Termasuk tak mengajarkan anjing mereka untuk pipis di tempat seharusnya, sehingga menimbulkan bau yang mengganggu.
2. Anjing terlalu sering menggonggong
Pemilik tak mampu mengendalikan gongongan anjing mereka, sehingga banyak orang menganggap memiliki anjing sangatlah mengganggu ketenangan. Bikin berisik. Biasanya pemikiran tersebut terlintas karena pernah menjadi korban berisiknya anjing tetangga.
3. Anjing tak terkendali
Bila datang ke rumah seseorang yang memelihara anjing, kadang anjing mereka menyambut dengan melompat, menggonggong, menjilat dan sebagainya. Padahal belum tentu tamu terbiasa dengan anjing, maka kejadian seperti itu malah membuat orang tak mampu melihat betapa baiknya anjing yang terlatih dan patuh pada pemiliknya sehingga mampu bersosialisasi dengan etika. Ingat, patuh bukan berarti takut.
4. Membiarkan anjing keluar rumah tanpa tali dan pengawasan
Merasa anjing berperilaku baik dan tak membahayakan, maka pemilik membiarkan anjing mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan atau tanpa menggunakan tali. Padahal tak semua orang bisa bergaul dengan anjing, sehingga malah merasa keberadaan anjing membuat gangguan sosial karena membuat takut.
5. Anjing tak memiliki etika pergaulan
Buat pemilik anjing sih ketika peliharaan mereka mendekat, mengendus, bahkan menjilat adalah hal biasa. Namun tidak demikian bagi orang pada umumnya, bisa saja keberatan dengan perilaku anjing tersebut. Maka bila seekor anjing mendekati, yang ada malah sebal, apalagi bila dibiarkan oleh pemiliknya, yang seharusnya dapat dilatih untuk tidak melakukannya pada orang lain.
6. Anjing merusak perabotan
Melihat perabotan rumah pemilik anjing rusak oleh anjing peliharaan mereka, tentu bukan pemandangan yang menyenangkan. Terlebih bila anjing juga merusak fasilitas umum. Akhirnya anjing dicap nakal, sementara pemilik mereka yang sebetulnya memiliki tanggung jawab untuk mengajari agar anjing tidak bertindak destruktif.
7. Anjing tak mengenal sopan santun
Membiarkan anjing duduk di sofa, berbagi barang dengan pemiliknya atau menempati area publik seperti layaknya manusia, membuat orang awam tidak nyaman. Sementara pemilik membiarkan atau memaklumi tindakan peliharaannya, yang justru membuat orang lain tidak menghargai keberadaan anjing sebagai sosok yang dapat diajari tentang sopan santun.
8. Anjing agresif dan menyerang anjing lain
Bila di lingkungan sekitar juga memiliki anjing, pastikan bahwa anjing dapat bergaul dengan sesama secara baik. Karena anjing yang baik dalam rumah, belum tentu membawa sikap tersebut di luar rumah. Bahkan mungkin saja bertidak agresif terhadap anjing lain, yang membuat anjing dimusuhi oleh anjing lainnya hanya karena sang pemilik tak mampu mengajari bersosialisasi.
9. Pemilik tak mau bertanggung jawab atas ulah anjing
Meski semua orang tahu bahwa anjing adalah hewan, namun jangan harap semua orang akan memaklumi segala perbuatan anjing yang merugikan. Apalagi sampai menggigit orang lain, dan sang pemilik tak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Meski bisa saja anjing tak bersalah, namun segala tindakannya merupakan tanggung jawab sang pemilik yang sebaiknya tak berharap lingkungan akan memiliki pengertian yang besar pada anjing mereka.
10. Pemilik selalu membicarakan anjingnya
Banyak hal yang bisa dibahas dalam kehidupan, bukan melulu tentang anjing yang membuat orang-orang di sekitar menjadi jengah mendengar kisah tentang anjing terus-terusan. Meski pemilik sangat mencintai anjingnya, bukan berarti anjing selalu menjadi ‘trending topic’ dalam hidup bermasyarakat.