Carol Messina bukanlah orang pertama yang mengadopsi anjing bernama Solovino, yang kerap dipanggil Solo. Perjalanan hidup Solo sangatlah panjang, sesuai usianya yang menginjak 11 tahun. Bertahun-tahun Solo menggelandang di jalanan California, hingga ia merasa tua dan lelah. Setiap hari Solo mengunjungi sebuah rumah untuk berbaring dan tidur di pekarangan. Beruntung wanita pemilik rumah tak mengusirnya, malah memberi makan, juga memberinya nama. Solovino. Diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “datang sendirian”.

deaf senior dog
Courtesy. Carol Messina

Wanita baik itu juga yang akhirnya menghubungi penyelamat hewan Rocket Dog Rescue agar menolong Solo. Kemudian Solo diberangkatkan ke Los Angeles untuk tinggal di rumah asuh. Selama 18 bulan, Solo selalu enggan didekati. Ia juga menghindar untuk dibelai. Bahkan Solo selalu pulang dari rumah adopternya. Tak ada yang tahu mengapa Solo bersikap demikian, sampai Carol Messina melihat foto Solo di internet lalu tergerak untuk mengadopsinya.

deaf senior dog
Courtesy. Carol Messina

Carol mengakui ketertarikannya bermula dari nama Solo yang menyerupai tokoh Han Solo dalam film Star Wars, yang diperankan Harrison Ford. Kebetulan kucing peliharaan Carol, bernama Star Wars. Maka Carol merasa bahwa mereka memang berjodoh.

Gambar terkait
flickeringmyth.com

Solo tampak gembira ketika tiba di rumah Carol dan berkenalan dengan Star Wars, tetapi ia juga terlihat malu. Terlebih jika dipanggil atau didekati. Namun Carol tak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Maka ia memerhatikan Solo sehari-hari dengan lebih seksama.

deaf senior dog
Courtesy. Carol Messina

Sebagaimana umumnya anjing tua, Solo memang memiliki banyak masalah kesehatan. Salah satunya, Solo membutuhkan operasi gigi. Namun ada hal lain yang mendasar, ternyata Solo tidak bisa mendengar. Ia tuli sejak lahir. Kondisi tersebut membuat Solo sering kali minder dan gelisah saat dibelai, ia tidak terbiasa membaca gerak tubuh manusia yang sayang padanya, karena selama ini hidup di jalanan. Sepertinya para adopter sebelum Carol pun tak menyadari hal itu.

deaf senior dog
Courtesy. Carol Messina

Carol mulai melakukan pendekatan lain pada Solo. Tentu, tidak dengan suara. Carol bersyukur Star Wars ikut membantu Solo untuk beradaptasi dengan lingkungan rumah dan keluarga, serta membuatnya percaya diri. Carol juga memakaikan tali pengekang bertuliskan “Deaf Dog” saat mengajak Solo berjalan-jalan, sehingga orang-orang tidak menyapanya dengan suara dan tidak pula langsung memegang atau membelai Solo.

deaf senior dog
Courtesy. Carol Messina

Perlahan sikap Solo menunjukkan perubahan. Ia mulai bisa memercayai orang-orang di sekitarnya, ia akan menyodorkan kepala atau memberikan tubuhnya saat orang lain menyodorkan tangan. Solo juga tahu ia disapa saat orang tersenyum padanya. Solo kini mengerti arti bahagia, sebagaimana sang ibu mengerti akan dirinya.

deaf senior dog
Courtesy. Carol Messina