Aline Martins, seorang guru, belum memberi nama kucing kecil yang ditemukannya. Ia hanya memotret dan menaruh foto si kucing di sosial media miliknya, lalu foto tersebut ternyata berkembang viral dan dikomentari banyak orang. Semua memuji kebaikan Aline menyelamatkan si kucing yang baru berusia beberapa hari itu, dan menjuluki kucing itu dengan nama “Cat in The Bag”, atau “Kucing Dalam Kantong”. Julukan tersebut mengingatkan pada tokoh kucing dalam buku ciptaan Dr. Seuss yang terkenal, “Cat in The Hat”.

Saat sedang membawa anjingnya di sebuah taman di Brazil, Aline mendengar suara kucing kecil mengeong namun tak jelas dari mana asalnya, karena cukup banyak terdapat sampah di lokasi tersebut sehingga Aline tak dapat memastikan secara pasti keberadaan si kucing sampai sebuah plastik bergerak-gerak. Betapa terkejutnya Aline, ternyata asal suara dari dalam kantong plastik tersebut. Dilihatnya seekor anak kucing tertatih mencoba merangkak keluar dari dalamnya. Tubuh kucing itu basah, sepertinya akibat uap di dalam kantong plastik yang terkena panas matahari. Si kucing pasti tidak mendapat udara yang cukup untuk bernapas, juga kehausan berada di dalamnya. Untung Aline berada di sana saat si kucing menyembulkan kepala dari dalam kantong.

Kemudian si “Cat in The Bag” dibawanya ke klinik, setelah itu ia rawat sendiri di rumah. Awalnya Aline berencana membawa si kucing ke penampungan, karena khawatir anjingnya tak bisa berteman. Namun anjing milik Aline tampak menyambut “adik” kecilnya dengan bahagia, malah mengonggong memanggil Aline bila sang “adik” menangis minta diberi susu. Aline akhirnya mengadopsi “Cat in The Bag” menjadi bagian dari keluarga 🙂