Wajah Tucker terlihat selalu sedih dan proporsi matanya tidak sempurna. Hal itu mungkin yang menyebabkan ia dibuang sang pemilik, ketika usia Tucker masih 1 tahun. Padahal Tucker bukan kucing sedih, tapi ia menderita penyakit auto-imun yang menyebabkan matanya selalu berair, kulitnya sangat tipis dan mudah memar. Bulu-bulunya pun mudah rontok sehingga harus mengenakan baju agar tak mudah tergores.

Untungnya Tucker ditemukan oleh tempat perlindungan kucing Purrfect Pals di Arlington, Washington Amerika yang kemudian merawat serta mencarikan adopter. Tucker sebenarnya kucing lucu yang manja, ia sangat senang dipangku, dibelai dan bermain tali, juga berada di sekitar anak-anak. 
Di tempat lain, ada kucing bernama Poe yang ternyata memiliki kondisi sama seperti Tucker. Kucing Poe dipelihara oleh seorang pekerja klinik hewan, Katie, yang mengetahui berita Tucker dan bersedia mengadopsinya karena sudah terbiasa mengurus Poe. Bahkan Katie pun membuat sendiri pakaian pelindung untuk Poe, sehingga Tucker akan aman bersamanya. Kini Tucker tinggal di rumah keluarga Katie dan berkawan dengan Poe, meski kedua kucing itu bertampang sedih tapi hati mereka bahagia menemukan keluarga yang menyayangi mereka sepenuh hati.