Setahun lalu, kondisi Buzz the Fuzz, tidaklah seperti saat ini. Dulu, Fuzz merasa hidupnya tertolong setelah ia diselamatkan oleh sebuah penampungan dan menunggu keluarga yang hendak mengadopsinya. Namun ternyata impian Buzz tak sesuai kenyataan, di penampungan ia sama sekali tak terawat dan tinggal bersama 39 anjing german shepherd yang juga mengalami kondisi serupa. 

Pemilik penampungan tempat Buzz berada adalah seorang penimbun barang yang sebenarnya adalah sampah, atau dikenal dengan istilah hoarder. Penampungan yang seharusnya menjadi rumah sementara bagi hewan sebelum diadopsi, hanyalah angan-angan Buzz dan kawan-kawannya di sana. Beruntung bagi Buzz, para anjing yang kelaparan di penampungan tak ada yang menyakitinya.

Kehidupan Buzz berubah ketika kabar tentang penampungan tersebut didengar oleh kelompok penyayang hewan, termasuk Sandra Soroka yang kemudian menyelamatkan dan mengadopsi Buzz. Kondisi Buzz saat itu mengalami patah ekor dengan bulu terpotong setengah, belum lagi kutu dan cacing. Namun seminggu kemudian Buzz sudah diperbolehkan dokter pulang ke rumah barunya, dimana ia mendapat teman baru, Charlie, kucing peliharaan Sandra yang juga hasil adopsi. Dan yang lebih membahagiakan, Buzz memiliki keluarga dan kasih sayang yang ia dambakan selama ini.

Setahun berlalu, Fuzz the Buzz kini dikenal sebagai kucing yang menjadi duta penampungan. Pengalamannya menjadi korban pemilik penampungan yang tak bertanggung jawab menjadi inspirasi banyak orang untuk mengawasi kegiatan penampungan hewan, juga mengadopsi hewan-hewan yang berada di sana. Buzz juga pernah tampil di kegiatan New York state’s Animal Advocacy Day, dan melalui internet ia jadi sangat dikenal orang. Buzz menerima banyak kartu ucapan dari seluruh dunia. Jika dahulu Buzz hanya mengenal penderitaan, kini ia membantu teman-teman lainnya agar mendapatkan kebahagiaan, seperti yang ia rasakan saat ini dan seterusnya.