Baru di usia 14 tahun, Blackie merasakan tidur di dalam rumah untuk pertama kalinya. Sebuah rumah yang akan ia tinggali selama sisa umurnya. Sebelumnya Blackie tinggal di penampungan Austin Animal Center di Texas sudah dalam keadaan buta dan saat itu petugas di sana menyatakan Blackie sudah mengidap sakit sejak lama namun terbiarkan. Blackie mengeluarkan darah saat buang kotoran, ternyata terdapat tumor besar di dadanya. Ia juga mengidap kanker usus.

Meski dukungan pengobatan sangat minim, tetapi pihak penampungan tak memutuskan untuk melakukan euthanasia pada Blackie. Mereka membiarkan Blackie menikmati hidup selama ia mau, dan Blackie pun tak pernah rewel dengan kondisinya. Walau ia terlihat lemah, namun ia memiliki semangat hidup seperti anjing sehat.

Keajaiban menjelang natal terjadi. Seorang baik hati bernama Brunie Drumond datang ke penampungan dan ‘memberi’ hadiah natal terindah bagi Blackie, yakni sebuah rumah dengan kasih sayang di dalamnya. Keadaan Blackie membuat hati Brunie tergerak untuk tidak membiarkan Blackie melewati sisa usia tanpa berteman kasih sayang. Maka Blackie pun hidup bersama keluarga Brunie dan merayakan natal bersama untuk pertama kalinya di hidup Blackie. Meski ia tak dapat melihat indahnya pohon natal yang dibuat Brunie untuknya, namun Blackie dapat merasakan indahnya cinta kasih keluarga yang selama ini tidak ia miliki.

Kondisi usia Blackie yang telah lanjut tak memungkinkan baginya menjalani beberapa terapi untuk mengobati penyakit yang ia derita, karena justru akan berisiko tinggi baginya. Namun kehangatan keluarga yang kini ia rasakan diharapkan mampu menjadi kenangan terbaik Blackie dalam kehidupannya.

“No living creature should die feeling unloved if we can help it” – Brunie Drumond
  • Safitri Reza

    Terharu membaca kisahnya… semoga blackie sehat terus, love you